Bisnis Hidroponik, Apakah Menjanjikan?

0 19

Penulis : Vela Amelia Okviana, Mahasiswa Komunikasi Sekolah Vokasi IPB.

BOGOR – Pertanian adalah suatu sektor andalan sebagai peningkat kesejahteraan penduduk Indonesia, hampir 50-70% penduduk Indonesia tentunya bekerja di sektor pertanian.

Namun saat ini, seiring dengan bertambahnya penduduk berbanding lurus dengan kebutuhan akan tempat tinggal yang menjadikan lahan pertanian semakin sempit.

Apalagi kota-kota besar yang penuh dengan bangunan, bisnis properti ini akan senantiasa memakan lahan pertanian dan semakin menjamur.

Sempitnya lahan pertanian tentu bukan menjadi masalah jika kita selalu berusaha melakukan inovasi dan pembaharuan. Salah satunya, inovasi hidroponik yang dilakukan petani milenial di tengah Kota Bogor.

Menurut Habib Fadhlurrohman, CEO dari BSI Farm mengatakan bahwa manusia itu membutuhkan sayuran, tetapi dimasa depan kesediaan lahan belum tentu ada. Selain itu, Rektor IPB juga menyatakan bahwa tahun 2065 petani akan punah.

Jadi, bagaimana caranya mencegah terjadinya kasus petani, kita harus menyelenggarakan petani milenial yang menghasilkan panen yang menarik, salah satunya melakukan pertanian hidroponik.

Sistem hidroponik selain mudah dilakukan juga memiliki sejuta manfaat seperti meminimalisir biaya pembelian bahan pangan, waktu pertumbuhan tanaman lebih cepat (30-40 hari), lahan yang diperlukan tidak terlalu luas, bebas residu pestisida, dan sehat di konsumsi.

Perkotaan tentunya memiliki lahan yang dapat dibilang sempit, tanah yang sebagian besar tertutup paving sehingga jarang dijumpai pesawahan namun tak perlu berduka karena dapat diatasi dengan pertanian hidroponik.

Pasalnya, lahan yang sempit tersebut dapat disulap menjadi areal hidroponik yang indah. Tidak disangka, kota adalah lahan yang cocok untuk menggiat sistem hidroponik tersebut.

Sistem hidropoik ini hanya membutuhkan air saja, selain itu tanaman tumbuh lebih cepat dibanding dengan penanaman di media tanah (konvensional).

Hal ini juga dipaparkan oleh Habib, CEO BSI Farm “untuk hidroponik tergantung komoditinya, ideal pertumbuhan tanaman biasanya sekitar 30-40 hari. Jika medianya tanah akan lebih lama bisa mencapai 2-3 bulan, Bahkan, hasil dari hidroponik ini berlipat ganda meskipun tempatnya tak sebegitu luas,” ungkapnya.

Berdasarkan uraian diatas pemanfaatan lahan sempit perkotaan untuk hidroponik sebagai upaya mencapai ketahanan pangan kota sangat potensial.

Apalagi di masa pandemi seperti ini, masyarakat menjadi lebih paham akan pentingnya sayuran untuk kesehatan, apalagi sayuran hidroponik yang terkenal memiliki kualitas lebih baik dibanding dengan sayuran biasa (konvensional).

Bahkan perusahaan BSI Farm sendiri berpotensi menghasilkan omzet mencapai 40-50 juta rupiah dalam setiap bulan. Hal ini tentu menjadi penghasilan yang sangat besar dan usaha yang menjanjikan.

Diketahui Pengembangan hidroponik harus terus dilakukan dengan beberapa usaha :

Pertama, kesadaran harus ada pada setiap masyarakat kota. Kesadaran mampu membawa masyarakat pada kehidupan yang lebih baik serta kreatif akan karya sendiri.

Kedua, memiliki rasa ingin tahu, Bilamana perasaan rasa ingin tau tidak ada, maka sistem hidroponik tak berarti apa-apa.

Ketiga, mencari informasi atau belajar bertani hidroponik dengan harapan akan tercipta keinginan atau hobi tersendiri sebagai penumbuh rasa suka akan tanaman dan bercocok tanam. (Artikel)

Slide Ads

logo
20220426_150049
IMG-20220501-WA0003
IMG-20220501-WA0007
20220501_154933
IMG-20220502-WA0003
IMG-20220502-WA0013(1)
logo 20220426_150049 IMG-20220501-WA0003 IMG-20220501-WA0007 20220501_154933 IMG-20220502-WA0003 IMG-20220502-WA0013(1)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

You cannot copy content of this page
error: Content is protected !!