Kebebasan Pers di Era Reformasi Serta Berperan Aktif Dalam Pembangunan

Artikel

0 34

Penulis : Vilzar

Bahwa kemerdekaan berpendapat dan berekspresi secara lisan maupun tulisan merupakan hak asasi warga negara yang dijamin konstitusi. Begitu juga kemerdekaan pers sebagai salah satu wujud kedaulatan rakyat telah diatur dalam UU No.40/1999. UU tersebut mengandung prinsip demokrasi, keadilan dan supremasi hukum.

Sebagai salah satu pilar demokrasi, maka pers memiliki peran strategis dalam menyuarakan aspirasi dengan tetap berpegang teguh pada ketentuan regulasi yang ada. Produk karya jurnalistik yang dihasilkan harus akurat, berimbang dan independen. Akurasi jurnalistik semakin diperlukan di tengah merebaknya berita bohong (hoaxs). Pers harus berada di garda terdepan untuk mempersatukan dan memajukan bangsa. Salah satu tanggung jawab pers adalah ikut menangkal berita hoax dan memberikan pendidikan kepada masyarakat. Justru dengan berpegang teguh pada kaedah peraturan dan nilai-nilai etika jurnalistik menjadi kekuatan utama dalam mempertahankan eksistensinya di tengah penetrasi media sosial yang sangat massif. Oleh karenanya, kebebasan pers harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Pers tidak hanya bertanggung jawab melaksanakan undang-undang tapi juga harus memiliki tanggung jawab sosial terhadap persoalan bangsa. Kebebasan pers sebagaimana tertuang dalam UU No.40/1999 merupakan buah reformasi demi menegakkan nilai-nilai demokrasi yang dikangkangi oleh rezim orde baru saat itu. Kebebasan pers yang bertanggung jawab sebagai buah reformasi ini adalah antitesa dari otoritarianisme orde baru yang mengekang kebebasan pers. Maka kebebasan pers ini perlu dirawat dan dilaksanakan secara bertanggung jawab agar kebebasan yang diamanatkan konstitusi memiliki dampak positif bagi pendidikan demokrasi yang sehat dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Namun, dalam perkembangannya, kebebasan pers saat ini mengalami pergeseran ke arah kebebasan tanpa batas, layaknya mazhab pers liberal (libertarian). Dalam dinamikanya, pers tidak jarang berlindung di balik kebebasan yang sejatinya ada batas dan koridornya sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Dalam praktiknya, masih sering dijumpai berbagai pelanggaran kode etik jurnalistik yang dilakukan sejumlah media, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, pelanggaran ringan maupun berat. Hal itu dapat dilihat sejumlah kasus pelanggaran kode etik yang kerap terjadi di negara ini. Data tersebut dapat dilihat dari sejumlah kasus yang ditangani Dewan Pers yang berujung di pengadilan.

Di tengah persaingan sengit industri pers dan penetrasi media sosial yang sangat masif saat ini, telah menjadi tantangan berat bagi eksistensi media. Meski demikian, untuk tetap bertahan, kita berharap media arus utama (media mainstream) tidak terjebak oleh kepentingan industri semata. Menurut hemat saya, cara agar media bisa bersaing, justru harus konsisten dengan mematuhi kaidah dan etika jurnalistik sebagaimana diatur dalam regulasi serta mengembangkan kreatifitas untuk meningkatkan kualitas produk karya jurnalistik.

Selain itu, untuk menumbuhkan kualitas pers agar dapat memberi manfaat bagi pembangunan nasional maupun daerah diperlukan dukungan dari seluruh stakeholder. Sehingga pers sebagai salah satu pilar demokrasi tetap memiliki peran strategis dalam pembangunan serta mewujudkan demokrasi yang sehat sesuai dengan nilai-nilai luhur yang bersandar pada kepribadian bangsa.

Oleh karena itu, konstruksi pers kita harus kembali pada prinsip dan teori pers tanggung jawab sosial, dimana pers mempunyai kewajiban untuk bertanggung jawab kepada masyarakat dalam melaksanakan tugas pokoknya. (*)

Slide Ads

logo
20220426_150049
IMG-20220501-WA0003
IMG-20220501-WA0007
20220501_154933
IMG-20220502-WA0003
IMG-20220502-WA0013(1)
logo 20220426_150049 IMG-20220501-WA0003 IMG-20220501-WA0007 20220501_154933 IMG-20220502-WA0003 IMG-20220502-WA0013(1)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

You cannot copy content of this page
error: Content is protected !!