Ajak Media Bersinergi, Ridwan : Profesi Jurnalis Itu Butuh Bakat

0 92

PANGKALPINANG – Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel) Ridwan Djamaluddin, memenuhi undangan audiensi dan diskusi dari para pelaku dan pengusaha media di Pulau Bangka, Selasa (27/9/2022) malam.

Pertemuan yang berlangsung serius namun santai di Cafe Temu Kopi, Pangkalpinang itu membahas berbagai isu, baik pertambangan, inflasi, budaya, pendidikan, atau pun berkenaan dengan kebijakan lain yang diambil Pj Gubernur selama ini.

Tetapi, ada yang penting bagi Pj Gubernur Ridwan Djamaluddin disampaikan kepada seluruh awak media malam itu. Semua yang dilakukannya berdasarkan apa yang dapat dikerjakannya, dengan masa jabatannya yang singkat.

“Dua hal saja yang bisa saya lakukan. Yang bisa saya selesaikan dalam waktu dekat, atau menyediakan fondasi yang mantap untuk gubernur selanjutnya yang melanjutkan. Itu saja yang ada dalam kepala saya,” ujarnya.

Dijelaskan Pj Gubernur Ridwan Djamaluddin, salah satu yang menjadi fokusnya sejak awal menjabat, ialah pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Negeri Serumpun Sebalai. Ia ingin tanah kelahirannya menjadi daerah yang maju.

“Selain tugas secara teknis seperti apa yang saya lakukan sesuai instruksi Mendagri soal tata kelola pertimahan, saya ingin mengembangkan sumber daya manusia di Bangka Belitung ini,” harapnya.

Agar Babel maju sesuai cita-citanya, SDM menjadi syarat utama. Tetapi, di hadapan para awak media juga, Pj Gubernur Ridwan mengaku tidak bisa bekerja sendiri. Untuk itu, peran media sebagai alat kontrol, sekaligus mitra pemerintah, sangat dibutuhkan.

“Dalam hal pengembangan SDM ini, khususnya anak-anak muda, saya berharap kawan-kawan awak media, pengusaha media ini membantu saya. Bukan untuk kepentingan apa-apa, biar negeri ini maju,” katanya.

Dengan adanya sinergitas antara pemerintah dan media massa, kata Pj Gubernur Ridwan, membuat tugasnya sebagai orang nomor satu di Babel untuk meningkatkan kualitas SDM yang lebih baik, dapat lebih mudah. Profesi jurnalis dikatakannya, juga menjadi contoh tentang kualitas SDM yang ada di Babel.

“Profesi seperti itu (jurnalis) perlu bakat. Bakat kawan-kawan bagus. Bagus bertutur, sastra, budaya, sosial, bagus. Cita-cita saya hanya satu. Menjadikan Indonesia sebagai negara industri. Kalau mau maju kita harus membangun industri, dan membuka lapangan pekerjaan,” katanya.

Dalam diskusi tersebut tampak hadir puluhan jurnalis dari berbagai organisasi, maupun perusahaan media di Pulau Bangka, seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Babel, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Babel, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Babel, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pangkalpinang, maupun konstituen Dewan Pers lainnya. (*)

Slide Ads

logo
20220426_150049
IMG-20220501-WA0003
IMG-20220501-WA0007
20220501_154933
IMG-20220502-WA0003
IMG-20220502-WA0013(1)
logo 20220426_150049 IMG-20220501-WA0003 IMG-20220501-WA0007 20220501_154933 IMG-20220502-WA0003 IMG-20220502-WA0013(1)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

You cannot copy content of this page
error: Content is protected !!