Kuras DAK 5,6 Milyar TA 2018, Pasar Rakyat Payung Terbengkalai, Penuh Semak Belukar

0 240

Penulis : Vilzar

Payung-Bangka Selatan.

Pasar rakyat yang dibangun Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan di desa Payung Kecamatan Payung Kabupaten Bangka Selatan kini terbengkalai tidak terawat.


Berdasarkan penelusuran awak media Minggu (14/8) siang, Kondisi pasar rakyat yang menelan anggaran milirian rupiah dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perdagangan RI bekerjasama dengan Pemkab Basel melalui dana tugas pembantuan APBN TA 2018 penuh semak belukar sekitar pasar tanpa penghuni serta puluhan lapak dan los berdebu, sampah berserakan. Namun dalam dan luar gedung pasar rakyat payung ini masih terlihat megah akan tetapi terkesan mubazir oleh karena tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Padahal Pasar rakyat payung dibangun pada lokasi yang strategis yang tidak jauh dari rumah penduduk, kantor kecamatan payung dan pemeritahan desa.
Di ketahui pembangunan pasar rakyat payung ini menelan keuangan negara sebesar 5,6 miliar rupiah.

Menanggapi hal itu, Kades Payung M. Rifani membenarkan bahwa pasar rakyat payung kondisi terkini memang tidak ada aktivitas perdagangan transaksi jual beli dalam pasar tersebut.

“Pasar rakyat payung ini dibangun pada tahun 2018 dan diresmikan pada bulan februari tahun 2019 oleh Bupati Bangka selatan pada era tersebut,” pungkasnya.

M. Rifani juga menjelaskan pasar tersebut sempat beroperasi 7 bulan tapi semenjak ada pandemi covid sempat sepi pembeli dampak dari pembatasan kerumunan hingga kini tidak ada aktivitas dalam dan luar pasar tersebut, “Kami pihak desa tidak bisa berbuat banyak terkait pasar rakyat payung,” jelasnya.

Ia menerangkan pasar rakyat payung adalah milik aset Pemkab Bangka Selatan termasuk lahannya. Dan mengusulkan jika mau dikelola pihak Desa melalui Bumdes,
Bupati harus memberi suatu kebijakan mengeluarkan Peraturan bupati (Perbup), “Sehingga kami pihak desa dan masyarakat lebih leluasa mengelola aset Pemkab dari sisi pengaturan pedagang hingga retribusi parkir, pasar,” terangnya.

Menurutnya data pedagang pasar rakyat payung ini yang rata rata warga penduduk desa payung sendiri berjumlah 27 pedagang dan masih berjualan di seputaran jalan jalan desa, “Belum pasti penyebab pedagang enggan untuk berdagang dalam gedung pasar rakyat yang disediakan pemerintah,” tuturnya.

Terpisah, Plt. DKUKMINDAG Pemkab Bangka selatan Toni pratama saat dikonfirmasi via seluler, minggu(14/8/22) malam menyebutkan pihaknya akan berkordinasi bersama pihak desa dan kecamatan.

“Terkait hal ini akan kita coba meminta keterangan dan siap berkoordinasi ke pihak aparatur desa dan kecamatan setempat sekaligus kita kroscek lapangan penyebab pasar rakyat payung tidak dimanfaatkan para pedagang, saya juga menjabat Plt Dinas baru 3 bulan. Sedangkan pembangunan pasar rakyat payung tahun 2018,” ucapnya.

“Tapi terimakasih atas informasinya, Selanjutnya akan kita cari titik permasalahan apakah dari perencanaan awal yang kurang matang atau ada hal hal lain. Untuk keterangan lebih rinci akan kita jelas dikantor mengingat ini hari libur,” sambungnya. (REDTR/Prima)

Slide Ads

logo
20220426_150049
IMG-20220501-WA0003
IMG-20220501-WA0007
20220501_154933
IMG-20220502-WA0003
IMG-20220502-WA0013(1)
logo 20220426_150049 IMG-20220501-WA0003 IMG-20220501-WA0007 20220501_154933 IMG-20220502-WA0003 IMG-20220502-WA0013(1)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

You cannot copy content of this page
error: Content is protected !!