Warga Pasang Tiang Bendera, Bentuk Protes Penambangan di Perairan Merbau Toboali

0 1.095

Penulis : Vilzar

Toboali-Bangka Selatan.

Ratusan masyarakat menggelar aksi penolakan atas rencana penambangan di perairan laut toboali, bertempat di area objek wisata pantai kelisut, Tanjung Ketapang, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan, Rabu (25/5/22) sore.

Berdasarkan pantauan awak media, Aksi penolakan tersebut diawali dengan berkumpul di area objek wisata pantai kelisut dan diakhiri dengan pemasangan tiang dan bendera merah putih di Batu bulat, Pesisir Pantai tanjung Ketapang sebagai simbol penolakan masyarakat atas rencana penambangan laut.

Aksi penolakan tersebut dihadiri ratusan masyarakat pesisir sekitar yang terdiri dari Tokoh masyarakat, Kepala lingkungan, Nelayan tanjung ketapang, kelompok tani desa rias, sungai gusung berikut pedagang kuliner.

Joni Juhri salah satu perwakilan masyarakat pesisir yang berhasil ditemui awak media mengatakan bahwa nelayan batu perahu dan sekitar sudah berkomitmen menolak segala bentuk aktifitas tambang laut.

“Nelayan batu perahu dan sekitar menyatakan dari awal sudah berkomitmen tetap menolak apapun bentuk aktivitas tambang di laut, alasannya laut ini sumber pendapatan kami ya..sebagai nelayan,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan terus mengalir yang dibuktikan dengan hadirnya ratusan masyarakat dan tokoh kepala lingkungan setempat.

“Alhamdulilah, dukungan terus mengalir terbukti hari ini aksi dihadiri ratusan masyarakat yang menolak serta hadirnya tokoh kepala lingkungan setempat dan kelompok tani rias sampai nelayan gusung dan kami sepakat, tekad kami sudah bulat, kami tetap menolak pertambangan laut di kawasan tangkap nelayan pesisir batu perahu dan sekitar,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala lingkungan 04, Kelurahan Tanjung Ketapang yang turut mensuport aksi penolakan tambang laut tersebut.

Selain itu, Kelompok pengurus nelayan kampung tanjung ketapang Dauri dan Zainal Abdulah juga sependapat atas aksi penolakan tersebut.

“Intinya segala apapun dampak dari pertambangan laut akan menganggu aktivitas nelayan kami, Aksi penyataan dan penolakan ini sudah berkali kali kami sampaikan kepada pemangku kebijakan ke pemerintah daerah ataupun perusahaan PT. TIMAH TBK,” timpalnya.

Lanjut, Noviar selaku Kepala lingkungan 06 Tanjung ketapang terlihat menghadiri aksi tersebut dan mengklarifikasi bahwa mayoritas masyarakat di lingkungan RW 06 Merbau menolak dan hanya segelintir yang menyetujui.

“Saya nyatakan itu tidak benar hanya segelintir saja yang setuju tapi secara mayoritas warga lingkungan RW 06 menolak,” jelas Noviar.

Lebih lanjut, Bujil sani dan Alen yang merupakan perwakilan dari kelompok petani desa rias juga memberi pernyataan keras menolak segala bentuk aktifitas tambang laut.

“Nggak ada aktivitas tambang laut saja sawah kami yang notabene dekat dengan pantai selalu abrasi bagaimana kalau ada aktivitas tambang laut, jadi berpikirlah sebelum bertindak karena banyak mengkorbankan semua pihak bukan saja nelayan, petani pun kena juga imbasnya,” pungkas Bujil.

Terakhir, H. Yusuf selaku tokoh masyarakat yang mewakili warga Sungai gusung menyampaikan pendapat yang sama atas tujuan aksi pernyataan sikap menolak terkait rencana aktivitas ini dengan dampak sosial yang akan terbawa kemana-mana. (*)

Slide Ads

logo
20220426_150049
IMG-20220501-WA0003
IMG-20220501-WA0007
20220501_154933
IMG-20220502-WA0003
IMG-20220502-WA0013(1)
logo 20220426_150049 IMG-20220501-WA0003 IMG-20220501-WA0007 20220501_154933 IMG-20220502-WA0003 IMG-20220502-WA0013(1)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

You cannot copy content of this page
error: Content is protected !!