Inovatif, Petani Milenial Optimalkan Potensi Jambu Kristal

0 78

Penulis : Sintia Maharani Mahasiswa Komunikasi IPB University

Bogor – Perkembangan teknologi yang semakin pesat bisa membantu manusia dalam menjalankan kegiatan dengan efektif dan efisien, tidak memakan waktu, tenaga dan biaya banyak menjadi salah satu alternatif dalam aktivitas.

Aktivitas pertanian dulu dan sekarang tentunya memiliki perbedaan dan perkembangan, kepintaran manusia beriringan dengan pesatnya teknologi memudahkan dalam penanaman dan pemasaran di dunia pertanian.

Salah satu metode pertanian yang marak di kalangan milenial yaitu hidroponik, petani muda banyak terjun ke dunia pertanian mengembangkan metode hidroponik melihat peluang bisnis yang sangat bagus kedepannya, Mereka memanfaatkan lahan kosong di sekitar komplek rumah untuk dijadikan perkebunan hidroponik.

Apa sih keuntungan dari metode Hidroponik ini?

Penulis menjelaskan Metode Hidroponik sangatlah menguntungkan dalam jangka panjang karena tidak memerlukan lahan yang luas cukup.

“Dengan lahan kosong belakang komplek bisa menanam berbagai sayuran, sayuran yang ditanam misalnya sayur pakcoy, bayam, kangkung, dan sayur daun lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, Cara penanamannya pun cukup mudah dan memiliki alat khusus untuk wadah tanaman hidroponik karena pada dasarnya metode ini tidak memakai media tanah melainkan air dan alat lainnya.

“Tahapan penanaman tersebut cukup mudah yaitu penyemaian, peremajaan, pendewasaan dan tahap pemanenan yang dilakukan setiap harinya,” tuturnya.

Tahapan tersebut dikatakannya dilakukan secara berulang untuk semua tanaman sayur yang ditanam dan bisa memanen setiap harinya oleh karena itu keuntungan yang didapatkan lebih cepat.

“Omzet dari hasil tanaman Hidroponik cukup tinggi karena setiap harinya panen maka dari itu keuntungan terus berputar, biasanya keuntungan bisa mencapai puluhan juta dalam satu bulannya sesuai dengan permintaan konsumen dan target pasaran apalagi sudah masuk ke pasar tradisional dan swalayan yang harganya cukup tinggi dibandingkan dengan sayur yang ditanam di tanah karena tentu saja kualitasnya berbeda,” sebutnya.

Selain itu, Habib Fadhlurrohman selaku CEO BSI Farm mengungkapkan bahwa banyak keuntungan yang dirasakan ketika menjalani bisnis hidroponik dengan pengerjaan relatif mudah, tidak memerlukan waktu dan tenaga yang banyak.

“Apabila ada tanaman mati bisa diganti yang baru, serangan hama bisa dikendalikan, budidaya ramah lingkungan dan hasilnya pun lebih sehat, dan tentunya solusi untuk bertani dengan lahan yang terbatas,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Habib menyampaikan para petani millenial banyak menekuni pertanian hidroponik ini selain menguntungkan mereka juga tidak memakan tenaga yang banyak apalagi harus kotor-kotoran di tanah.

“Dan pastinya bisa memanfaatkan lahan kosong, membantu kebutuhan sayuran di sekitar dan bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain yang kompeten di bidangnya,” tutupnya. (*)

Slide Ads

logo
20220426_150049
IMG-20220501-WA0003
IMG-20220501-WA0007
20220501_154933
IMG-20220502-WA0003
IMG-20220502-WA0013(1)
logo 20220426_150049 IMG-20220501-WA0003 IMG-20220501-WA0007 20220501_154933 IMG-20220502-WA0003 IMG-20220502-WA0013(1)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

You cannot copy content of this page
error: Content is protected !!