Toboali Sebagai Pusat Literasi Digital

0 29


Caption : Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Bangka Selatan Husni, S.Pd, (VL/TR)

Penulis : Vilzar

Toboali – Bangka Selatan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Husni, S.Pd mempunyai konsep dalam mewujudkan Kota Toboali sebagai simbol Ibukota Icon Kota Pusat Literasi Digital yang terintegrasi dan terarah.

Hal tersebut disampaikannya saat ditemui awak media disela pelantikan Sekda Definitif Kabupaten Bangka Selatan di Hall Perkantoran Pemkab Basel, Selasa (15/03/22).

Dikatakannya, Konsep ’’literasi’’ yang digunakan berangkat dari dan ditujukan untuk penguatan salah satu variabel IPM, yakni dengan literasi dipahami dalam pengertian yang paling dasar, “yakni ’melek huruf’. Konsep itu perlu ditinjau lagi dan diperluas dengan mengakomodasi nilai-nilai budaya yang bersifat ’’lokal’’ tanpa harus alergi dengan apa yang ’’global’’, ujarnya.

Menurutnya, masyarakat harus memiliki kemudahan dalam mengakses informasi melalui smartphone ataupun teknologi lainnya sejalan dengan perkembangan teknologi digital saat ini, masyarakat juga lebih mudah mendapatkan data atau buku yang ingin dibaca atau dipelajari, “Literasi digital adalah keharusan di tengah semakin intensifnya penggunaan internet oleh masyarakat, dimana saat ini terdapat 90 persen digunakan warganet,” tuturnya.

Selain itu, Ia menyebutkan bahwa dengan memperbanyak fasilitas Perpustakaan dan Taman bacaan maka budaya membaca para pelajar di seluruh kabupaten Bangka Selatan akan muncul, “Karena saya yakin, dengan banyak membaca, anak-anak telah membekali dirinya. Perilaku ini jelas akan berdampak pada peningkatan kapasitas SDM,” ungkapnya.

Husni juga menyampaikan pentingnya literasi dikenalkan kepada masyarakat, salah satunya agar masyarakat dapat lebih bijak dalam memanfaatkan informasi yang dimiliki serta mandiri dalam memilah memilih data dan informasi yang bermanfaat.

“Hal ini tentunya, Dalam rangka menyadarkan dan meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai literasi sejarah dan budaya maka diperlukan media yang sesuai dan disukai serta mudah dipahami,” ucapnya.

Lanjut, Ia menuturkan di era digital seperti saat ini, penyebarluasan informasi berbasis digital menjadi medium yang mudah dipahami dan diterima khalayak umum, “Media digital berbasis kreativitas menjadi produk yang mudah disebarluaskan melalui portal-portal yang tersedia secara gratis,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ia menambahkan dalam menyelenggarakan beberapa kegiatan lomba terkait literasi sejarah daerah dan budaya kearifan lokal, “Dengan maksud untuk meningkatkan kesadaran generasi serta masyarakat terhadap pentingnya mempelajari atau mengetahui sejarah dan budaya daerah sendiri dan mendorong kreativitas pelajar dan masyarakat umum, serta para budayawan dan penulis dalam menerjemahkan informasi tersebut ke dalam sebuah karya dan untuk mewujudkannya maka diperlukan kolaborasi dan dukungan semua pihak serta anggaran yang maksimal,” tambahnya. (*)

Slide Ads

logo
20220426_150049
IMG-20220501-WA0003
IMG-20220501-WA0007
20220501_154933
IMG-20220502-WA0003
IMG-20220502-WA0013(1)
logo 20220426_150049 IMG-20220501-WA0003 IMG-20220501-WA0007 20220501_154933 IMG-20220502-WA0003 IMG-20220502-WA0013(1)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

You cannot copy content of this page
error: Content is protected !!